Selasa, 02 Februari 2010

lerningtingkatsmp

Pengembangan M-Learning untuk tingkat SMP Berdasarkan data sebanyak 70% dari total jumlah seluruh penduduk di Indonesia menggunakan perangkat seluler. (Goswami 2007), yang mana berkisar 150 juta penduduk Indonesia menggunakan perangkat seluler yang juga dapat dikatakan sebagai perangkat bergerak atau mobile devices. Kenyataan ini juga sekaligus sebagai peluang Organisasi atau Institusi Pendidikan untuk menyelenggarakan proses pembelajaran memanfaatkan perangkat bergerak sebagai media yang di kenal dengan mobile learning. Mobile learning merupakan bagian dari pembelajaran elektronik atau lebih di kenal dengan e-learning. (Georgiev, Georgieva & Smrikarov, 2006) Terkait dengan jumlah pengguna perangkat bergerak yang banyak, mobile learning dapat dijadikan salah satu alternatif untuk memecahkan permasalahan dalam bidang pendidikan di tingkat Sekolah Menengah Pertama terutama masalah pemerataan akses infomasi pendidikan, kualitas konten pembelajaran (berupa materi pembelajaran baik berbentuk teks atau gambar dan contoh soalnya) dan kulitas pengajar (pengajar yang memiliki kemampuan membuat atau menyampaikan materi pembelajaran dan mengelola kegiatan belajar mengajar dengan baik). Oleh karena itu, Yayasan TEI Bandung, membuat pengembangan system m-learning tingkat SMP untuk membantu kegiatan belajar mengajar memanfaatkan fasilitas perangkat mobile. System ini akan mencakup mengenai materi pembelajaran, forum komunikasi dalam pembelajaran antar user (dalam hal ini pelajar dan pengajar), kemudian system latihan (ujian). System ini akan dijalankan baik secara offline (materi pembelajaran disimpan terlebih dahulu didalam perangkat bergerak untuk dipelajari guru dan siswa kapan dan dimanapun) dan online (proses pembelajaran secara langsung terhubung kepada system untuk melakukan pengaksesan materi, soal dan berinteraksi dengan pelajar atau pengajar, yang dilakukan kapan dan dimana saja asalkan memiliki akses internet).

mgmpti

SURABAYA - Mulai hari ini (16/11), Dispendik Pemprov Jatim menjanjikan rapel tunjangan profesi pendidik (TPP) mengucur. Namun, rapel TPP untuk guru peserta sertifikasi 2008 itu hanya enam bulan (Januari-Juni). Enam bulan (Juli-Desember) dijanjikan cair pada Desember nanti. "Besok (hari ini, Red), para guru sudah bisa melihat rekening masing-masing," kata Kepala Dispendik Pemprov Jatim Suwanto kemarin (15/11). Menurut dia, tentu pencairan TPP itu tidak mungkin selesai dalam waktu sehari. Bank sebagai pihak yang bertanggug jawab mencairkan TPP tersebut butuh sebelas hari untuk menyelesaikan. "Selama sebelas hari, jika ada guru yang belum mendapatkan haknya, silakan melapor ke dispendik kabupaten/kota,'' katanya. Sebagaimana pernah diberitakan, jumlah guru di Jatim yang akan mendapatkan rapel TPP sebanyak 29.595 orang. Tunjangan yang dicairkan hanya enam bulan. Semula, dispendik berencana mengucurkan TPP itu tujuh bulan. Namun, anggaran tidak cukup. Dispendik berjanji mengusahakan kekurangan dana tersebut ke pusat. Jumlah anggaran untuk pembayaran tunjangan itu mencapai Rp 1,4 triliun. Hanya, besaran itu tidak hanya untuk pembayaran TPP, melainkan juga tunjangan fungsional dan tunjangan khusus. "Tunjangan profesi hanya Rp 1,2 triliun,'' jelasnya. Suwanto berharap, setelah para guru mendapatkan tunjangan, mereka harus menjalankan tugas dengan baik. Kualitas harus ditingkatkan. Sebab, mereka sudah lulus sertifikasi dan mendapatkan tunjangan. Dikatakan, sertifikasi tidak sekadar mendapatkan tunjangan. Lebih dari itu, tujuan sertifikasi adalah peningkatan mutu guru. Dihubungi terpisah, Koordinator Sertifikasi Guru 2008 Wisnu Pradata mengatakan, jika TPP itu benar-benar cair, para guru tentu menyambut gembira. Namun, pihaknya masih akan menunggu bukti. "Ya, akan kita lihat di rekening langsung. Para guru sudah tidak sabar. Saya selalu dihubungi teman-teman,'' tuturnya. Wisnu menambahkan, para guru siap memantau pencairan TPP tersebut sampai 27 November. "Apakah janji dispendik benar ataukah tidak. Apalagi, katanya Surabaya dicairkan duluan. Dengan demikian, kami lebih mudah mengetahui," ujarnya. (lum/hud)/ Jawa Pos